![]() |
| Gambar Ilustrasi |
Friday, September 4, 2020
Islam
telah memberikan barat yang terbaik dari apa yang telah di pelajari dari
kebudayaan klasik dan apa yang telah di tambahkan oleh kejeniusan kreatif yang
di milikinya. Sejarah adalah bagian dari kehidupan manusia masa kini
sebagai cermin dari kejadian masa lampau. Sejarah memberikan pengalaman, kisah
dan juga pelajaran bagi masyarakat sesudahnya. Ia tidak lepas dari sebauh
kebudayaan sekaligis menjadi bagian di dalamnya. Perisitiwa sejarah
sesungguhnya bukan hanya kejadian fisik, melainkan juga persitiwa peristiwa
yang bermakna yang terpantul sepanjang waktu sehingga terungkap dari segi
pertumbuhan, kejayaan dan keruntuhan.
Setelah
munculnya Islam di semenanjung Arab dibawah pimpinan Rasullallah SAW serta
terbentuknya daulah Islamiyah di Madinah, mulailah perhatian Rasullallah untuk
membersihkan Muamalah Maaliyah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala
bentuk-bentuk penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan, monopoli dan segala
usaha untuk mengambil harta orang lain secara bathil. Bahkan, Rasullallah lebih
menekankan pada pencatatan keuangan. Di antara bukti seriusnya persoalan ini
adalah dengan diturunkan ayat terpanjang dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah 282,
ayat ini menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan dasar-dasar,dan manfaatnya seperti
yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani. Undang-undang
akuntansi yang telah diterapkan waktu itu antara lainundang-undang akuntansi
perseorangan, perserikatan atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak
perlarangan penggunaan harta dan anggaran negara. Pendapatan utama bagi negara
dimasa Rasullallah dari zakat dan ushr (zakat atas hasil pertanian dan
buah-buahan) keduanya berbeda dari pajak dan tidak diberlakukan seperti pajak.
Pada
masa ini kegiatan baitul mal masih tetap seperti pada masa Rasullallah sebagai
kalifah. Ia memiliki sebuah baitul mal dikampung al-sun yang ditinggal begitu
saja tanpa penjagaan karena semua harta zakat selalu tersalurkan kepada orang
yang berhak menerimanya tanpa sisa sedikitpun. Pada awal Abu Bakar menjadi
kalifah , Ia memberikan 10 dirham kepada setiap orang lalu kemudian Ia kemudian
menambahkan 10 lagi pada masa ke dua kepemimpinannya.
Dalam
bidang ekonomi Umar bin Khatab menyadari pentingnya sektor pertanian untuk
memajukan ekonomi negrinya dengan cara Ia memberikan hadiah kepada orang-orang
yang bekerja dibidang itu. Kontribusi terbesar umar adalah membentuk perangkat
administrasi yang baik untuk menjalankan roda pemerintahan yang besar. Ia
mendirikan institusi administrasi yang hampir tidak mungkin dilakukan
pada abad ke tujuh sesudah masehi. Perbendaharaan sederhana juga didirikan di
Madinah dan seluruh pusat pemerintahan disemua wilayah.
Pada pemerintahan kafilah Usman
mengalami masa kemakmuram dan berhasil dalam beberapa tahun masa pemerintahannya.
Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Umar. Ia mengadakan penyempurnaan pembagian
kekuasaan pemerintah, Usman menekankan sistem kekuasaan pusat dan menetapkan
juru hitung dari keluarga sendiri ( Lapidus dalam Kalsum, 2002 :57)
Pendapatan
masa pemerintahan Khulafaur-rasyidin masih menggunakan sistem perpajakan yang
dikenal oleh kaum muslim Al-Kharaj. Pajak ini dikenakan terhadap tanah
pertanian kawasan baru milik Byzantium dan persia. Tanah dan barang-barang
tersebut tetap menjadi milik hak pribadi namun sejak sebagian besar warga
kawasan-kawasan baru tersebut beralih memeluk Islam .
Tokoh-Tokoh
Yang Berperan Dalam Akuntansi Islam
Tata
buku berpasangan yangmerupakan bangunan dasar akuntansi mod penulisan ern pada
awalnya di kembangkan dari persamaan aljabar yang kemudian di kenal dalam dunia
akuntansi sebagai persamaan akuntansi (accounting equation)(Hatfield dalam
Triyuwono, 1997:9). Hal ini di buktikan dengan tokoh-tokoh baik Luca
Pauoli,Cotrugly,al-Khawarizmi dan yang lainya adalah ahli matematika.
· Al Khawarizmi (194 H-266 H/780M-825M)
Al Khawarizmi selain menyusun buku aljabar, juga menulis
buku tentang perhitungan biasa (Aritmatika) yang jadi pembuka
jalan bagi penggunaaan cara desimal di Eropa (penggantian penulisan
dengan angka romawi). Aritmatika adalah perhitungan dengan bilangan bilangan
dengan berbagai operasinya : tambah, kurang, kali dan bagi karena bilanganya
sudah pasti.
· Al Mazindarani
Abdullah bin Muhammad bin kayah Al mazindarani, tidak banyak
data yang di peroleh mengenai kehidupanya kecuali tentang manuskrip yang di
tulis pada tahun 765 H atau 1363 M kurang lebih 131 tahun sebelum pacioli
menulis dan menerbitkan bukunya.Manuskrip tersebut menjelaskan aplikasi
aplikasi akuntansi yang populer pada saat itu, sistem akuntansi yang wajib di gunakan
untuk mencatat transaki keuangan dan cara menanganani kekuranagan dan kelebihan
melalui penyetaraan.
· LeonardoFIbonancide
Pisa
Fibonacci
atau yang lebih di kenal dengan nama Leonardo da Pisa tetapi tumbuh dan besar
di afrika utara.
· Amatino Manuci
Amatino
Manuci adalah seorang partner dalam perusahaan geovani farolfi and the company
yang di mulai padaabad ke 14.Manuci bertugas menyiapkan kantor cabang
acount dalam ruangan khusus.
· Benetdetto Cotrugly Raguseo
Cotrugly
di lahirkan di kota Ragusa Tua, sekarang Dubroknik Kroasia pada tahun 1416 dan
meninggal pada usia 53 tahun di abruzoz pusat keagaam di Italy di tepi pantai
Adriatic yang sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Vanise.Pada tahun 1458
, berdasarkan pengetahuan yang di milikinya cotrugly memulai menulis manuskrip
ke tiga tentang perdaganan yang berjudul Libro de L’Arte Mercatura.
Bentukdan isi juranal tersebut bertipikal venince dan di setiap kelompok jurnal
di beri penjelasan.
Thursday, April 23, 2020
Analisis keuangan sangat bergantung pada informasi yang diberikan oleh laporan
keuangan perusahaan. Laporan keuangan perusahaan merupakan sumber informasi yang penting
di samping informasi lain seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa pasar
perusahaan, kualitas manajemen dan lainnya. Di bawah ini berdasarkan hasil Analisis Common
size vertikal dari data laporan keuangan PT Hanson Internasional dari periode 2014-2017 secara
garis besar terdapat kenaikan pada presentase total Aset Lancar pada tahun 2014 sebesar 11.6%
sampai dengan 2017 sebesar 13.3%. Namun pada pencapaian pada tingkat 13.3% di tahun 2017
sempat terjadi penurunan atas aset yang dimiliki PT Hanson Internasional pada tahun 2016 yang
menurun sebesar 0.5% akan tetapi dapat diimbangi dengan perolehan aset lancar pada tahun
2017. Peningkatan aset tersebut terutama disebabkan karena meningkatnya uang muka
pembelian tanah sebagai bentuk usaha Perseroan untuk meningkatkan cadangan tanah /
Landbank untuk ekspansi bisnis dan pengembangan usaha Perseroan kedepannya. Hal ini
berkaitan dengan total liabilitas jangka pendek yang dimiliki oleh PT Hanson Internasional
selama 4 periode yang juga menciptakan nilai liabilitas yang tinggi pada tahun 2016 sehingga
pengalokasian kas pada aset lancar tercermin mengalami penurunan. Lalu kemudian adanya
upaya pengurangan liabilitas pada jangka pendek dan jangka panjang yang membuat PT Hanson
Internasional dapat mengoptimalkan keseimbangan financial pada perusahaannya.
Modal yang dimiliki PT Hanson Internasional yang meliputi kepemilikan saham dan
kepemilikan dari non pengendali juga berpengaruh besar pada kepemilikan harta PT Hanson
Internasional. Yaitu selama 4 periode tersebut yang diawali pada tahun 2014 kepemilikan saham
PT Hanson Internasional adalah sebesar 40.7% yang semakin berganti tahun mengalami
penurunan yang terakhir dimiliki pada tahun 2017 sebesar 31.3%. Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 5,45% dari Rp 5,755 triliun pada tahun 2016
menjadi Rp 6,069 triliun pada tahun 2017 yang dikontribusikan terutama oleh realisasi
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) Perseroan tahun
2017 sebesar Rp200,0 milyar.
Pengaruh ini mencerminkan bahwa kepemilikan saham oleh PT Hanson Internasional
semakin menurun sehingga pendapatan laba yang diperoleh juga menurun. Sempat booming
pada kurun 2011- 2013 karena tumbuhnya populasi yang mendorong naiknya permintaan,
kemudian sektor properti mengalami tekanan pada tahun 2014. Sampai 2017, geliat industri
properti di Indonesia mulai menunjukkan kemajuan kendati belum signifikan. Pada tahun 2017,
Perseroan membukukan pendapatan penjualan sebesar Rp 885,13 milyar, meningkat sebesar
19,61% dibandingkan pendapatan tahun 2016 sebesar Rp 740,02 milyar. Peningkatan
pendapatan ini terutama dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan dari produk properti
rumah tinggal dan ruko sebesar 197,34% menjadi Rp 377,2 milyar pada tahun 2017 dari
sebelumnya Rp 126,86 milyar pada tahun 2016. Posisi laba kotor Perseroan mengalami
penurunan sebesar 28,19% dari Rp417,04 milyar pada tahun 2016 menjadi Rp299,48 milyar
pada tahun 2017 yang disebabkan oleh peningkatan pengakuan beban pengembangan kawasan
dan infrastruktur di proyek-proyek Perseroan. Peningkatan beban pengembangan kawasan dan
infrastruktur tersebut adalah sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tarik produk properti
Perseroan kedepannya dan akan memberikan kontribusi positif pada peningkatan penjualan dan
marjin laba Perseroan pada tahun-tahun mendatang.
Berdasarkan analisis komparatif terhadap laporan keuangan PT. Hanson International pada
periode 2016 dan 2017 kami menemukan adanya peningkatan terhadap kas sebesar 105%, ini
terjadi karena adanya pembayaran atas piutang usaha dari tahun sebelumnya sehingga piutang
usaha mengalami penurunan sebesar 97%. Pada tahun 2017 perusahaan melakukan pembayaran
dimuka atas pembelian tanah sebesar 1,1 miliyar atau 128% mengalami peningkatan, secara
keseluruhan total asset perusahaan mengalami peningkatan sebesar 19%.
Selanjutnya pada keseluruhan liabilitas perusahaan mengalami kenaikan sebesar 27%
dimana utang usaha mengalami kenaikan sebesar 84%, dan utang lain-lain meningkat 95%. Dan
dibagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo mengalami penurunan 45%. Sedangkan
dibagian ekuitas perusahaan mengalami peningkatan sebesar 16%.
Pada bagian laporan laba rugi, perusahaan mengalami peningkatan penjualan 20%. Namun
pada bagian beban pokok pendapatan mengalami peningkatan 81% sehingga mengakibatkan
perusahaan mengalami kerugian sebesar 28%.
Penulis : Lukman
Mahasiswa STEI SEBI
Tuesday, October 9, 2018
Dibawah ini akan
dijelaskan unsur unsur persamaan dasar akuntansi yang perlu kita ketahui :
- . Aset (Aktiva) : adalah sumber daya yang sudah dikuasai oleh pihak perusahaan sebagai akobat dari sebuah peristiwa yang terjadi di masalalu dan di masa depan akan memanfaatkan ekonomi dari sumber haraoan yang akan di peroleh perusahaan.
- . Hutang (Kewajiban) : adalah tanggung jawab perusahaan yang akan terjadi pada saat ini dan yang timbul dari sebuah peristiwa di masa lalu, dan proses penyelesaiannya akan membutuhkan sumber daya perusahaan.
- . Ekuitas (Modal) : adalah sisa dari kepentingan yang ada di dalam aktiva yang sudah sesuai dengan perusahaat setelah di kurangi dengan kewajiban.
- . Pendapatan (Revenue) : adalahaliran yang masuk atau peningkatan lain atas aktiva atau penurunan dari kewajiban perusahaan sebagai akibat yang terjadi dari aktivitas penyerahan, penjualan dan pembuatan barag, jasa atau aktivitas yang lainnya dan yang juga merupakan kegiatan utama yang secara terus menerus di lakukan oleh perusahaan.
- . Beban (Expenses) : adalah arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva atau penungkatan kewajiban karena ada penyerahan atau pembuatan barang, jasa atu juga melakukan aktivitas lain yang juga merupakan kegiatan utama yang di lakukan secara terus menerus oleh perusahaan.
- . Prive (Drawing) : adalah pengambilan aset dari perusahaan yang di lakukan oleh pemilik nya yang akan di gunakan untuk kepentingan pribadinya.
Pengertian persamaan
dasar akuntansi adalah keseimbangan dari dua sisi yaitu antara sisi kiri
(aktiva) dan sisi kanan (pasiva), sehingga perubahan yang timbul karena adanya
transaksi keuangan dan keseimbangannya akan selalu di pertahankan.
Persamaan Akuntansi
Hutang + Modal = Aktiva
Persamaan Dasar
Akuntansi dan Elemen Dasar Posisi Keuangan
Setiap perusahaan
pasti memiliki posisi dan kondisi keuangan yang berbeda-beda, di dalam
akuntansi sudah sangat umum dengan sebutan “Neraca”, dalam neraca bisa sering
di tunjukkan dengan sebuah formula atau rumus yang sering di sebut dengan
Persamaan Dasar Akuntansi. Rumus dasar ini salah satu rumus yang memiliki
hubungan yang saling berkaitan antara : Aset (Aktiva) dengan Kewajiban
atau Hutang (Liability) dan Modal (Capital).
·
Aset
(Aktiva) : adalah
kekayaan yang di miliki oleh perusahaan yang ditunjukan dengan nilai uang
tertentu. Contoh dari aset atau aktiva yaitu : Cash (Kas), Inventory (Persediaan), Building (Gedung),
dan Equipment (Peralatan).
·
Kewajiban (Liability)
: adalah jumlah hutang
yang di miliki oleh perusahaan kepada pihak luar. Contoh nya : Surat hutang,
hutang, hutang obligasi.
·
Modal
: adalah kepentingan
investor atau pemilik dalam sebuah perusahaan yang memiliki tujuan dengan
memberikan atau menyetorkan uang atau dari bentuk kekayaan yang lainnya. Modal
ini biasanya disebut dengan Ekuitas pemilik (Owner Equity)
Dari ketiga elemen
yang sudah di jelaskan diatas maka ada kaitannya satu dengan yang lain di dalam
sebuah hubungan akuntansi yang di sebut dengan Persamaan Akuntansi. Persamaan
akuntansi juga menyatakan bahwa kesamaan aset di satu sisi dengan klaim para
kreditor dan pemilik perusahaan (Owner) pada sisi yang
lainnya. Sehingga bisa di rumus kan menjadi :
Liabilities + Owner Equity = Aktiva
atau
Kewajiban (Hutang) + Ekuitas Pemilik (Modal) =
Aktiva
Point yang harus
diketauhi dalam persamaan akuntansi : Aktiva = Kewajiban + Ekuitas
Pemilik harus seimbang dengan jumlahnya pada setiap transaksi yang
terjadi.



